SARANA PENDIDIKAN
MEDIA PENDIDIKAN
Ahmad Kosasi


A.    Media Proyeksi
1.      Overhead Projector (OHP)
System Overhead Projector menunjukan kemajuan yang pesat sekali dalam masa dasawarsa terakhir, sehingga perangkat audiovisual banyak dipakai dimana-mana. Projector Overhead merupakan jenis perangkat keras yang sangat sederhana, terdiri atas sebuah kotak dengan bagian atasnya sebagai landasan yang luas untuk meletakan bahan materi pengajaran. Cahaya yang amat terang dari lampu proyektor amat kuat menyorot dari dalam kotak yang kemudian dibiaskan oleh sebuah lensa khusus yaitu lensa fresnel, melewati sebuah transparan ukuran 20 x 25 cm yang ditempatkan diatas landasan tersebut.
a. Karakteristik Media OHP
Overhead Projector termasuk media proyeksi yang memerlukan bahan transparan untuk diproyeksikan, dan memerlukan bahan atau perangkat untuk memproyeksikan media pengajaran transparan. Tiap media memiliki kelebihan dan kekurangan, demikian pula dengan Overhead Projector ini. Salah satu factor yang perlu diperhatikan dalam memilih media pengajaran yang tepat dalah dengan mengkaji kelebihan dan keterbatasan media tersebut. Karakteristik media perlu diketahui oleh seorang guru, dalam upaya menyesuaikannya dengan sifat atau karakter bahan pelajaran yang akan disajikan, sehingga proses belajar-mengajar menjadi efektif dan efisien.
Beberapa keterbatasan Overhead Projector antara lain sebagai berikut:
1)      Media ini memerlukan perangkat keras (hard ware) yang khusus untuk memproyeksikan pesan yang ada pada transparan. Alat ini tidak mudah didapatkan karena harganya yang cukup mahal.
2)      Memerlukan persiapan yang matang dan terencana, terutama bila diperguna teknik-tekhnik penyajian yang kompleks
3)      Dalam penggunaanya memerlukan keterampilan khusus.
4)      Memerlukan penataan ruang yang baik
5)      Menuntut perhatian untuk menghilangkan distorsi proyeksi.
6)      Menuntut cara kerja yang sistematis dan terarah
7)      Membutuhkan keterampilan menuliskan pesan yang baik pada transparan sehimgga mudah dicerna oleh siswa.
Adapun kelebihan dari media ini adalah:
1)      Praktis, karena dapat dipergunakan untuk semua ukuran kelas dan ruangan
2)      Memberi kemungkinan tatap muka dan mengamati respon dari penerima pesan.
3)      Memberi kemungkinan pada siswa untuk mencatat
4)      Mempunyai variasi teknik penyajian yang menarik dan tidak membosankan
5)      Memungkinkan penyajian dengan berbagai alternative kombinasi warna.
6)      Dapat dipergunakan kembali berulang-ulang.
7)      Dapat disusun kembali sesuai sekuens atau urutan-urutan belajar.
8)      Dapat dihentikan di setiap sekuens belajar  yang dikehendaki karena pacing control sepenuhnya ditangan komunikator (guru).
9)      Tidak memerlukan operator pembantu khusus.
b. Cara Menggunakan OHP
Cara menggunakan Overhead Projector, pertama-tama perlu diperhatikan situasi ruangan yang akan dipergunakan, antara lain adanya aliran listrik yang memungkinkan sesuai dengan kebutuhan alat ini, yaitu berkisar 110/220 Volt dengan daya 480 watt. Langkah kedua yaitu pastikan kabel power tersambung dengan aliran listrik yang ada. Setelah kebel tersambung, langkah selanjutnya adalah menekan switch ON-OFF pada posisi ON. Langkah keempat adalah menyesuaikan ukuran sinar dengan layar sesuai kebutuhan. Selanjutnya adalah meletakan transparan diatas latar OHP.
c. Daerah Tempat Duduk
daerah tempat untuk berbagai jenis ruangan adalah jarak tempat duduk terdekat adalah sama yaitu 3 meter. Demikian pula jarak tempat duduk terjauh yaitu 10 meter.
d. merancang media OHP
Langkah-langkah disain media OHP dalam proses belajar mengajar :
1)      Telaah TIK pokok bahasan yang akan diajarkan
2)      Telaah materi pelajaran untuk menentukan jenis media yang diperlukan.
3)      Telaah keadaan siswa untuk mempertimbangkan kesulitan pelajaran, kecepatan penyerapan, tingkat perbendaharaan kata yang dipakai, penggunaan media yang tepat.
4)      Buatlah media transparansi.
2. In Focus / LCD
Fungsi media ini secara garis besarnya hampir sama dengan OHP, yaitu menyampaikan pesan melalui tembakan cahaya yang kuat. Yang membedakan media ini dengan OHP adalah sarana pesan yang akan disampaikan. Kalau OHP menggunakan Transparan, maka In Focus menggunakan alat pemutar film (Vidio).
 Media proyeksi ini mempunyai persamaan dengan media grafis, dalam arti menyajikan rangsangan-rangsangan visual. Perbedaan yang jelas diantara mereka adalah bila pada media grafis dapat secara langsung berinteraksi dengan pesan media yang bersangkutan pada media proyeksi, pesan tersebut harus diproyeksikan dengan proyektor agar dapat dilihat oleh sasaran; terlebih dahulu. Adakalanya media ini disertai rekaman audio, tapi ada pula yang hanya visualnya saja
Sebagaimana sebuah media, media ini juga memiliki karakteristik kelebihan dan keterbatasannya. Adapun kelebihan dari media ini adalah:
·         Memberikan gambar hidup dengan gerak dan suara.
·         Dapat menyampaikan pesan kata tertulis.
·         Praktis, karena dapat dipergunakan untuk semua ukuran kelas dan ruangan
·         Memberi kemungkinan pada siswa untuk mencatat
·         Mempunyai variasi teknik penyajian yang menarik dan tidak membosankan
·         Memungkinkan penyajian dengan berbagai alternative kombinasi warna.
·         Dapat dipergunakan kembali berulang-ulang.
·         Dapat dihentikan di setiap sekuens belajar  yang dikehendaki karena pacing control sepenuhnya ditangan komunikator (guru).
·         Tidak memerlukan operator pembantu khusus.
Adapun keterbatasan dari media ini adalah:
·         Harga yang cukup mahal.
·         Memerlukan dukungan media lain sebagai pemutarnya (computer, VCD, DVD, dll)
  • Memerlukan persiapan yang matang dan terencana, terutama bila diperguna teknik-tekhnik penyajian yang kompleks
  • Dalam penggunaanya memerlukan keterampilan khusus. Terutama penguasaan program Power Point bila guru ingin menampilkan penyajian kata tertulis dengan menarik.sehingga mudah dicerna oleh siswa.
  • Memerlukan penataan ruang yang baik
  • Menuntut perhatian untuk menghilangkan distorsi proyeksi.
  • Menuntut cara kerja yang sistematis dan terarah
  • Memerlukan persiapan penyajian yang matang
  • Memerlukan telaah terhadap materi yang akan disampaikan kepada sisawa, agar terciptanya efisiensi dalam penggunaan media ini.
Cara menggunakan In Focus yaitu:
·         perhatikan ruangan yang akan dipergunakan, antara lain adanya aliran listrik yang memungkinkan sesuai dengan kebutuhan alat ini, yaitu berkisar 110/220 Volt dengan daya 480 watt.
·         pastikan kabel Power In Focus tersambung dengan aliran listrik yang ada.
·         Sambungkan kabel penghubung antara In Focus dengan alat pemutar dengan tepat (Vidio dan Audio L & R)
·         Setelah kebel tersambung, selanjutnya adalah menekan switch ON-OFF pada posisi ON.
·         sesuaikan ukuran sinar dengan layar sesuai kebutuhan.
·         selanjutnya adalah hidupkan alat pemutar pesan guna penyampaian materi.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan media proyektor ini adalah:
Penggunaan cahaya yang kuat menyebabkan alat mudah panas, sehingga dapat menimbulkan udara panas kesekeliling ruangan. Bila tidak didukung dengan pendingin ruangan (AC, Fan, dan pentilasi udara) akan menyebabkan kondisi belajar mengajar tidak kondusif dan menyebabkan konsentrasi siswa tidak terfokus.Penggunaan alat ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit, mulai dari pengadaan alat In Focus, media pendukungnya, sumber materinya, sampai pada penggunaan listrik yang banyak. Oleh karena itu guru dituntut agar lebih seefisien mungkin dalam penggunaan media ini. eorang guru harus dapat menerjemahkan apa yang disampaikan melalui media ini dengan baik agar siswa tidak keliru menangkap pesan yang divisualkan.
B.     Media Audio
Pengertian media audio untuk pengajaran, dimaksudkan sebagai bahan yang mengandung pesan dalam bentuk auditif (pita suara atau piringan suara), yang dapat merangsang pemikiran, perasaan, dan kemauan siswa sehingga terjadi proses belajar mengajar. Pengembangan media audio  sama halnya dengan pengembangan media lainnya yaitu meliputi kegiatan perencanaan, produksi, dan evaluasi.
Pemanfaatan media audio dalam pengajaran terutama digunakan dalam :
·         Pengajaran musik literary (pembacaan sajak), dan kegiatan dokumentasi.
·         Pengajaran bahasa asing, apakah secara audio maupun secara audiovisual.
·         Pengajaran melalui radio atau radio pendidikan.
·         Paket-paket belajar untuk berbagai jenis materi yang memungkinkan siswa dapat melatih daya penafsirannya dalam suatu bidang study.
Kalau digolongkan kecakapan-kecakapan yang bisa dicapai meliputi hal-hal sebagai berikut:
·         Pemusatan perhatian dan mempertahankan pemusatan perhatian siswa. Contoh: siswa ditugasi menghitung kata-kata tertentu dari apa yang terungkap dalam suatu paragraph yang dia dengar.
·         Mengikuti pengarahan. Siswa mendengarkan suatu pernyataan singkat dan selanjutnya siswa harus menandai satu pernyataan yang paling cocok dari beberapa pernyataan pilihan jawaban.
·         Digunakan untuk melatih daya analisis siswa dari apa yang mereka dengar.
·         Perolehan arti dari suatu konteks.
·         Memisahkan kata atau informasi yang relevan dan yang tidak relevans.
·         Mengingat dan mengemukakan kembali ide atau bagian-bagian dari cerita yang mereka dengar.
Dari segi sifatnya yang auditif, media ini terdapat kelemahan-kelemahan yang harus diatasi dengan cara pemanfaatan media atau saluran lainnya. Kekurangan ini didasarkan atas cirri-ciri dan karakteristik media audio sendiri, Yaitu:
·         Memerlukan suatu pemusatan pengertian pada suatu pengalaman yang tetap dan tertentu, sehingga pengertiannya harus didpat dengan cara belajar yang khusus.
·         Media audio yang menampilkan symbol digit dan analog dalam bentuk  auditif  adalah abstrak, sehingga pada hal-hal tertentu memerlukan bantuan pengalaman visual.
·         Media ini hanya mampu melayani secara baik bagi mereka yang telah mempunyai kemampuan dalam berfikir secara abstrak.
·         Penampilan melalui ungkapan perasaan atau symbol analog lainnya dalam bentuk suara harus disertai dengan perbendaharaan pengalaman analog bagi si penerima.
Penggunaan dalam Pengajaran.
Langkah persiapan
·         Persiapan dalam merencana, berkonsultasi tentang materi dan perencanaan, mencatat beberapa hal yang bisa membangkitkan interes, bahan diskusi, dan cara-cara mengkaji pemahaman atau apresiasi
·         Berikan pengarahan-pengarahan khusus terhadap ide-ide yang sulit bagi siswa yang akan dikemukakan dalam materi.
·         Usahakan sasaran harus dalam keadaan siap.
·         Periksa peralatan yang akan dipergunakan.
Langkah Penyajian
1)      Sajikan dalam waktu yang tepat dengan kebiasaan atau cara mereka mendengarkan.
2)      Atur situasi ruangan; mungkin harus menggunakan cahaya yang cukup atau redup.
3)      Berikan semangat untuk mulai mendengarkan dan mulai konsentrasi terhadap permasalahan-permasalahan yang akan dihadapi. Usahakan mereka agar mendengarkan dalam situasi yang tenang, memusatkan perhatian untuk mendengarkan materi, mendengarkan dengan suatu kemauan yang kuat, menghubungkan apa yang mereka dengar saat itu dengan pengarahan sebelumnya.
Jenis-jenis pemanfaatan media audio dalam kegiatan pengajaran pemanfaatannya dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
1)      Audio card instruction.
2)      Pengajaran dengan menggunakan satu rekorder bagi suatu kelompok kecil.
3)      Pengajaran untuk belajar mandiri.
4)      Pengajaran untuk keperluan tutorial.
5)      Rekaman sebagai alat evaluasi.
Jenis-jenis Media Audio
Ada beberapa jenis media audio, antara lain, radio, alat perekam pita magnetic, piringan hitam dan laboraturium bahasa.
a. Radio
sebagai suatu media, radio mempunyai beberapa kelebihan jika dibanding dengan media yang lain, yaitu:
1.      harganya relative murah dan variasi programnya lebih banyak dibanding dengan TV.
2.      Sifatnya mudah dipindahkan (mobile).
3.      Jika digunakan bersama-sama dengan alat perekam radio bisa mengatasi jadwal, dan dapat diputar kembali sessuka kita.
4.      Dapat merangsang partisi aktif daripada para pendengar.
5.      Dapat mengembangkan imajinasi anak.
6.      Radio dapat memusatkan perhatian pada kata-kata yang digunakan.
7.      Siaran lewat suara terbukti amat tepat/cocok untuk mengajarkan musik, dan bahasa.
8.      Radio dapat mengerjakan hal-hal tertentu secara lebih baik, antara lain
-    radio dapat menampilkan  kedalam kelas guru-guru yang ahli dalam bidang studi tertentu, sehingga dapat mengatasi masalah kekurangan guru.
-    pelajaran lewat radio bisa lebih bermutu baik dari segi ilmiah maupun metodis.
-    Radio dapat menyajikan laporan-laporan seketika (on the spot).
-    Siaran-siaran actual dapat memberikan suasana kesegaran pada sebagian besar topic.
9. Radio dapat mengerjakan hal-hal tertentu yang tak dapat dikerjakan oleh guru. Dia dapat menyajikan pengalaman-pengalaman dunia luar ke kelas. Kisah petualangan seorang pengembara.
10. Radio dapat mengatasi batasan ruang dan waktu; jangkauannya luas.
Selain kelebiha-kelebihan tersebut, sebagai media pendidikan radio juga mempunyai keterbatasan atau kekurangan, yaitu:
  1. Sifat komunikasinya hanya satu arah saja (one way communication)
  2. Siarannya lebih banyak disentralisasikan sehingga guru tidak dapat mengontrol.
  3. Penjadwalan pelajaran dan siaran sering menimbulkan masalah. Integrasi siaran radio kedalam kegiatan belajar mengajar dikelas masih menyulitkan.
b. Alat Perekam Pita Magnetic / Tape Recorder
Alat Perekam Pita Magnetic atau lazimnya orang menyebut tape recorder adalah salah satu media pendidikan yang tidak mudah untuk diabaikan untuk menyampaikan informasi, karena mudah menggunakannya. Ada beberapa kelebihan alat perekam sebagai media endidikan:
1.       mempunyai fungsi ganda yang efektif sekali untuk merekam, menampilkan rekaman dan menghapusnya. Playback dapat segera difungsikan setelah perekaman selesai pada alat yang sama.
2.       pita rekaman dapat diputar berulang-ulang tanpa pengaruh volume.
3.       rekaman dapat dihapus secara otomatis dan pitanya dapat digunakan kembali.
4.       pita rekaman dapat digunakan sesuai jadwal yang ada. Guru dapat secara langsung mengontrolnya.
5.       program kaset dapat menyajikan kegiatan-kegiatan diluar sekolah.
6.       program kaset dapat menimbulkan berbagai kegiatan (diskusi, dramatisasi, dll)
7.       program kaset dapat memberikan efisiensi dalam pengajaran bahasa (laboratorium bahasa)
c. Laboratorium Bahasa
 Laboratorium bahasa adalah alat untuk melatih siswa mendengar dan berbicara dengan menggunakan bahasa asing.dengan jalan menyajikan materi pelajaran yang disampaikan sebelumnya. Media yang dipakai adalah alat perekam.
laboratorium bahasa murid duduk sendiri-sendiri didalam kotak bilik akustik dan kotak suara. Siswa mendengarkan suara guru yang duduk di ruang control lewat headphone. Pada saat dia menirukan ucapan guru, dia juga mendengarkan suaranya sendiri lewat headphonenya, sehingga dia bisa membandingkan ucapannya dengan ucapan guru. Dengan demikian dia dapat segera memperbaiki kesalahan-kesalahan dalam ucapannya.
0 Responses

Posting Komentar

TV GUE