Anak Usia Dini
Pengertian  Anak Usia Dini
Eris Nursyarah, M.Pd

 1. Karakteristik Anak Usia Dini
Anak usia dini (0-8 tahun) adalah individu yang sedang mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat. Bahkan dikatakan sebagai lompatan perkembangan. Karena itulah maka usia dini dikatakan sebagai golden age (usia emas) yaitu usia yang sangat berharga dibanding usia-usia selanjutnya. Usia tersebut merupakan fase kehidupan yang unik. Secara lebih rinci akan diuraikan karakteristik anak usia dini sebagai berikut:
a. Usia 0-1 tahun
Pada masa bayi perkembangan fisik mengalami kecepatan luar biasa, paling cepat dibanding usia selanjutnya. Berbagai kemampuan dan keterampilan dasar dipelajari anak pada usia ini. Beberapa karakteristik anak usia bayi dapat dijelaskan antara lain:
1)      Mempelajari keterampilan motorik mulai dari berguling, merangkak, duduk, berdiri dan berjalan.
2)      Mempelajari keterampilan menggunakan panca indera, seperti melihat atau mengamati. meraba, mendengar, mencium dan mengecap dengan memasukkan setiap benda ke mulut.
3)      Mempelajari komunikasi sosial. Bayi yang baru lahir telah siap melaksanakan kontak sosial dengan lingkungannya. Komunikasi responsif dari orang dewasa akan mendorong dan memperluas respon verbal dan non verbal bayi.
Berbagai kemampuan dan keterampilan dasar tersebut merupakan modal penting bagi anak untuk menjalani proses perkembangan selanjutnya.
b. Usia 2-3 Tahun .
Anak pada usia ini memiliki beberapa kesamaan karakter­istik dengan masa sebelumnya. Secara fisik anak masih mengalami pertumbuhan yang pesat. Beberapa karakter­istik khusus yang dilalui anak usia 2-3 tahun antara lain:
1)      Anak sangat aktif mengeksplorasi benda-benda yang ada disekitarnya. la memiliki kekuatan observasi yang tajam dan keinginan belajar yang luar biasa. Eksplorasi yang dilakukan oleh anak terhadap benda apa saj a yang ditemui merupakan proses belajar yang sangat efektif Motivasi belajar anak pada usia tersebut menempati grafik tertinggi dibanding sepanjang usianya bila tidak ada hambatan dari lingkungan.
2)      Anak mulai mengembangkan kemampuan berbahasa. Diawali dengan berceloteh, kemudian satu dua kata dan kalimat yang belum jelas maknanya. Anak terus belajar dan berkomunikasi, memahami pembicaraan orang lain dan belajar mengungkapkan isi hati  dan pikiran.
3)      Anak mulai belajar mengembangkan. emosi. Perkem­bangan emosi anak didasarkan pada bagaimana lingkungan memperlakukan. dia. Sebab emosi bukan ditentukan oleh bawaan, namun lebih banyak pada lingkungan.
c. Usia 4-6 Tahun
Anak usia 4-6.tahun memiliki karakteristik antara.lain:
1)      Berkaitan dengan perkembangan fisik, anak sangat aktif melakukan berbagai kegiatan. Hal itu bermanfaat untuk pengembangan otot-otot kecil maupun besar.
2)      Perkembangan bahasa juga semakin baik. Anak sudah mampu memahami pembicaraan orang lain dan mampu mengungkapkan pikirannya dalam batas-batas tertentu.
3)      perkembangan kognitif (daya pikir) sangat pesat, ditunjukkan dengan rasa ingin tabu anak yang luar biasa terhadap lingkungan sekitar. Hal itu terlihat dari seringnya anak menanyakan segala sesuatu yang dilihat.
4)      Bentuk permainan anak masih bersifat individu, bukan permainan sosial. Walaupun aktivitas bermain dilakukan anak secara bersama.
d. Usia 7-8 Tahun
Karakteristik perkembangan anak usia 7-8 tahun antara lain:
1)      Perkembangan kognitif anak masih berada pada masa yang cepat. Dari segi kemampuan, secara kognitif anak sudah mampu berpikir bagian perbagian. Artinya. anak sudah mampu berpikir analisis dan sintetis, deduktif dan induktif
2)      Perkembangan sosial, anak mulai ingin melepaskan dini dari otoritas orang tuanya. Hal itu ditunjukkan dengan kecenderungan anak untuk selalu bermain diluar rumah bergaul dengan teman sebaya.
3)      Anak mulai menyukai permainan sosial. Bentuk permainan yang melibatkan banyak orang dengan saling berinteraksi.
4)      Perkembangan emosi. Emosi anak sudah mulai terbentuk dan tampak sebagai bagian dari kepribadian anak. Walaupun pada usia ini masih pada taraf pembentukan, namun pengalaman anak sebenarnya telah menampakkan hasil.
0 Responses

Poskan Komentar

TV GUE