PENGEMBANGAN KURIKULUM PAI
BAB I
ASAS-ASAS DAN TEORI KURIKULUM

1.       1. Pengertian Kurikulum
       Secara bahasa kurikulum berasal dari bahasa Yunani yang mula-mula digunakan dalam bidang olahraga atletik, yaitu kata “curere” yang berarti jarak tempuh lari. Dalam jarak tempuh lari, tentu saja ada jarak yang harus di tempuh dimulai sejak Start sampai degan finish. Istilah tersebut kemudian di kembangkan oleh para ahli pendidikan menjadi istilah kurikulum. Karena Istilah tersebut erat hubungannya dengan kata Curier atau kurir yang berarti penghubung seseorang untuk menyampaikan sesuatu kepada orang atau tempat lain. Seorang kurir harus menempuh suatu perjalanan untuk mencapai suatu tujuan. Maka istilah kurikulum kemudian diartikan sebagai “suatu jarak yang harus ditempuh”.
       Kurikulum diartikan sebagai sejumlah mata pelajaran atau ilmu pengetahuan yang ditempuh atau di kuasai untuk mencapai suatu tingkatan tertentu atau ijazah. 
       Dibawah ini dikemukakan beberapa pengertian kurikulum dari beberapa para pakar pendidikan.
  • Jhon Dewey (1902): “kurikulum merupakan suatu rekontruksi berkelanjutan yang memaparkan pengalaman belajar anak didik melalui suatu susunan pengetahuan yang terorganisasikan dengan baik yang biasanya disebut dengan kurikulum
  • Franklin Bobbt (1918): kurikulum adalah susunan pengalaman belajar terarah yang digunakan oleh sekolah untuk membentangkan kemampuan individual anak didik.
  • Harold Rugg (1827) kurikulum sebagai suatu rangkaian pengalaman yang memiliki kemanfaatan maksimum bagi anak didik dalam mengembangkan kemampuannya untuk menyesuaikan dan menghadapi berbagai situasi kehidupan.
  • Hollins Caswell (1935): kurikulum adalah susunan pengalaman yang digunakan guru sebagai proses dan  prosedur untuk membimbing anak didik menuju kedewasaan.
  • Relph Tyler (1857): Kurikulum adalah seluruh pengalaman belajar yang direncanakan dan diarahkan oleh sekolah untuk mencapai tujuan pendidikannya.
  • David Pratt mendefinisikan kurikulum secara sederhana yaitu, sebagai seperangkat organisasi pendidikan formal atau pusat-pusat pelatihan.
2.       2. ASAS-ASAS KURIKULUM
       Pengembangan kurikulum pada hakikatnya sangat kompleks karena banyak faktor yang terlibat di dalamnya. Tiap kurikulum di dasarkan atas asas-asas tertentu, yaitu;
a.       Asas filosofis, yang pada hakikatnya menentukan tujuan umum pendidikan
b.   Asas sosiologis yang memberikan dasar untuk menentukan hal-hal yang akan dipelajari sesuai dengan kebutuhan masyarakat, kebudayaan, dan petkembangan teknologi
c.  Asas organisatoris yang memberikan dasar-dasar dalam bentuk bagaimana bahan pelajaran disusun, bagaimana luas dan urutannya.
d.  Asas psikologis yang memberikan prinsip-prinsip tentang perkembangan anak dalam berbagai aspek dan cara belajar agar bahan yang disediakan dapat dicerna  dan dikuasai oleh anak sesuai dengan taraf pengembangannya.
Asas-asas tersebut cukup kompleks dan mengandung hal-hal yang saling bertentangan, sehingga harus diadakan pemilihan.
3.    3. Komponen-Komponen Kurikulum
AAda beberapa komponen yang terkandung di dalam Kurikulum, yaitu: 
a.       Tujuan
b.      Bahan Pelajaran
c.       Proses belajar mengajar
d.      Penilaian
Tiap komponen saling bertalian  erat dengan semua komponen lainnya, jadi tujuan bertalian erat dengan bahan pelajaran, proses belajar mengajar, dan penilaian. Artinya tujuan yang berlainan, kognitif, efektif, atau psikomotor mempunyai bahan pelajaran berlainan, proses belajar mengajar yang berlainan dan dengan penilaian yang lain pula.

4. Teori Kurikulum
        Secara garis besar ilmu pengetahuan dapat dikelompokan menjadi tiga kelompok besar (kelompok Murni), yaitu;
  • §  Teori-teori tentang Kemanusiaan
  • §  Teori-teori Tentang Ilmu sosial
  • §  Dan teori-teori tentang Ilmu Alam
       Dari ketiga kelompok ilmu murni tersebut kemudian berkembang teori-teori terapan  yang melalui teori arsitektur, teori rekayasa, teori pendidikan, teori hukum, dan teori kedokteran.
Teori- teori terapan tersebut kemudian berkembang memiliki cabang-cabang ilmu (subteori terapan); misalnya teori pendidikan berkembang menjadi teori administrasi, teori konseling, teori kurikulum, dan teori evaluasi
Teori kurikulum merupakan bidang yang menyelidiki pembatasan daerah operasi kurikulum. Oleh karena itu teori kurikulum dapat juga disebut sebagai Litmus test (sesuatu yang memberikan petunjuk dalam pengoprasian kurikulum sesuai dengan batas bidang garapannya), sehingga kurikulum yang bersangkutan benar-benar relevan dengan bidang garapannya
       Teori kurikulum menuntut pandangan ilmu yang luas, tidak hanya terbatas ilmu pendidikan. Hal ini dimaksudkan untuk menguraikan rentangan relevansi pertimbangan (pemikiran) terhadap keputusan yang diambil dalam perencanaan sistem belajar, untuk mengeksplorasi alat-alat yang digunakan dalam pemilihan isi (Content) yang relevan yang didukung dengan metode dan evaluasi yang efektif. 

5. Fungsi Teori Kurikulum
        Teori kurikulum memiliki fungsi yang sangat penting dalam kaitannya denga penyusunan, pengembangan, pembinaan, dan evaluasi kurikulum pada khusunya dan pada pendidikan umumnya. Fungsi kurikulum meliputi:
  • Sebagai pedoman pengambilan keputusan dan memberikan alternatif secara rinci dalam perencanaan kurikulum.
  • Sebagai landasan sistematis dalam pengambilan keputusan, memilih dan menyusun urutan kurikulum.
  • Sebagai pedoman atau dasar bagi evaluasi formatif bagi kurikulum yang sedang berjalan. 
  • Membantu orang yang berkepentingan dengan kurikulum untuk mengidentifikasi kesenjangan pengetahuan sehingga dapat  merangsang untuk diadakannya penelitian lebih lanjut.
  
6. Klasifikasi Teori Kurikulum
§                     Jhon Mc Neil (1990): mengklasifikasikan teori kurikulum atas; (1). Soft Currikullum, yaitu kurikulum yang berdasarkan filsafat, Agama, dan seni, (2). Hard Curruculum, yaitu kurikulum yang berdasarkan rasional dan data lapangan.
§  Glattorn mengklasifikasikan :
A.      teori yang berorientasi pada struktur.
B.      Teori yang berorientasi pada nilai
C.      Teori yang berorientasi pada bahan
D.      Teori yang berorientasi pada proses
0 Responses

Posting Komentar

TV GUE