Bimbingan Dan Penyuluhan

BIMBINGN DAN KONSELING DI SEKOLAH



A. Pengerttian Bimbingan
Guidance atau bimbingan mempunyaii sangat luas dan amat tergantung pula pada konsep dasar para ahli dan situasi penerapannya.
Jones dalam bukunya yang berjudul principles of Guidance, merumuskan bimbingan sebagai berikut : guidance is help given by one person to another in making intelligent choices and adjustment and in solving problem. Dalam definisi ini anak harus membuat pilihannya sendiri dan ia harus mampu memimpin diri secara bijaksana. Menurut Jones, kemampuan mengadakan pilihan dan penyesuaian yang bijaksana tidak diperoleh dari pembawaan, tetapi harus dipelajari dalam proses pekembangan
Dalam Kurikulum dinyatakan bahwa bimbingan adalah : “suatu proses bantuan khusus yang diberikan kepada para siswa dengan memperhatikan kemungkinan-kemungkinan dan kenyataan-kenyataan tentang adanya kesulitan yang dihadapinya dalam rangka perkembangannya yang optimal, sehingga mereka mampu memahami diri, mengarahkan diri, dan bertindak serta bersikap sesuai dengan tuntutan dan keadaan lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat”.
Dari definisi diatas, dapat ditarik beberapa kata kunci  sebagai berikut:
Suatu Proses: suatu fenomena yang menunjukan kontinuitas perubahan melalui waktu atau serangkaian kegiatan dan langkah-langkah menuju suatu tujuan.
Suatu Usaha Bantuan: untuk menambah, mendorong, menjelaskan, merangsang, mendukung, menyentuh agar individu tumbuh dari kekuatannya sendiri.
Konseli atau anak: individu yang normal yang membutuhkan bantuan dalam proses perkembangannya
Konselor: individu yang ahli dan terlatih dan mau memberikan bantuan kepada konseli. Bantuan ini dapat berupa tim spesialis seperti konselor, guru, psikolog, dokter, perawat, dan administrator sekolah.
Tujuan bimbingan dapat dirumuskan: sebagai proses penemuan diri dan dunianya, sehingga individu dapat memilih, merencanakan, memtutuskan memecahkan masalah, menyesuaikan secara bijaksana.

B. Tujuan Bimbingan   
     bimbingan dinyatakan sebagai bantuan yang diberikan kepada individu agar individu tersebut:
1. mengerti dirinya dan lingkungannya
2. mampu memilih, memutuskan dan merencanakan hidupnya secara bijaksana baik dalam bidang pendidikan dan social pribadi.
3. mengembangkan kemampuan dan kesanggupannya secara maksimal.
4. Memecahkan masalah yang dihadapi secara bijaksana
5. Mengelola aktivitas kehidupannya, mengembangkan sudut pandangannya, dan mengambil keputusan serta mempertanggung jawabkannya.
6. Memahami dan mengarahkan diri dalam bertindak serta bersikap sesuai dengan tuntutan dan keadaan lingkungannya. 

C. Fungsi Bimbingan
Mortensen membagi fungsi bimbingan menjadi:
  1. memahami Individu (understanding-individu)
  2. prepentif dan pengembanganindividual
  3. membantu individu menyempurnakan cara-cara penyelesaian.
Dalam buku kurikulum 1975 mengenai pedoman bimbingan yang dipakai di sekolah dasar sampai lanjutan tingkat atas, bimbingan dan penyuluhan berfungsi sebagai:
  1. penyaluan yang memberikan bantuan kepada siswa untuk mendapatkan lingkungan yang sesuai dengan keadaan dirinya.
  2. pengadaptasian, yang memberikan bantuan kepada sekolah untuk menyesuaikan program pengajaran dengan diri siswa.
  3. penyesuaian, yang memberikan bantuan kepada siswa untuk menyesuaikan diri terhadap lingkungan yang baru,
  4. pencegahan, memberikan bantuan kepada siswa untuk menghindari kemungkinan terjadinya hambatan dalam perkembangannya,
  5. perbaikan, yang memberikan bantuan kepada siswa untuk memperbaiki kondisi yang dipandang kurang sesuai,
  6. pengembangan, membantu siswa untuk melampaui proses perkembangan dan fase perkembangan secara wajar.
D. Jenis-Jenis Bimbingan
Jenis bimbingan dapat dibedakan menjadi tiga bagian:
  1. bimbingan pendidikan (educational guidance). Bantuan yang diberikan dalam bidang pendidikan dapat berupa informasi pendidikan, cara belajar yang efektif, pemilihan jurusan, lanjutan sekolah, mengatasi masalah belajar, mengembangkan kemampuan dan kesanggupan secara optimal dalam pendidikan atau membantu agar para siswa dapat sukses dalam belajar dan mampu menyesuaikan diri terhadap semua tuntutan sekolah
  2. Bmbingan Pekerjaan.  Bimbingan pekerjaan merupakan kegiatan bimbingan yang pertama kali ada, yaitu dengan memberikan bimbingan pekerjaan bagi kaum muda agar mereka memiliki bekal untuk terjun ke masyarakat. Bimbingan ini disebut juga dengan bimbingan karier, dan bimbingan jabatan.
  3. bimbingan pribadi. Bimbingan pribadi merupakan  bimbingan yang di berikan kepada siswa untuk mengembangkan hidup pribadinya, seperti motivasi, persepsi tentang diri, gaya hidup, perkembangan nilai-nilai moral/agama dan sosial dalam diri, kemampuan menerima dan mengerti diri orang lain, serta membantunya untuk memecahkan masalah-masalah pribadi yang ditemuinya.
0 Responses

Poskan Komentar

TV GUE