administrasi dan supervisi pendidikan : pengertian Administrasi Pendidikan
BAB I
PENGERTIAN, BATASAN, DAN FUNGSI-FUNGSI POKOK ADMINISTRASI PENDIDIKAN
ahmad kosasi, M.S.I
 
1.    Ilmu Administrasi Dan Administrasi Pendidikan
Untuk menjelaskan arti pendidikan, kita tidak dapat melepaskan diri dari pengertian ilmu administrasi pada umumnya, Karena administrasi pendidikan adalah aplikasi ilmu administasi kedalam pendididkan.
Kata administrasi berasal dari bahasa latin yang terdiri atas dua kata, yaitu Ad dan Ministrare. Kata ad artinya “ke” atau “kepada”, dan mistrare artinya “melayani”, membantu, atau mengarahkan”. Dalam bahasa inggris to administer berarti pula mengatur, memelihara. Jadi, kata administarasi dapat dikatakan sebagai suatu kegiatan atau usaha untuk membantu, melayani, mengarahkan, atau mengatur semua kegiatan dalam mencapai suatu tujuan.
Meskipun sejak dahulu banyak orang yang membicarakan dan mempraktekan administarasi, namun administarasi baru berdiri sebagai ilmu pengetahuan pada permulaan pertengahan kedua abad ke-19.  Frederick Taylor (1856) sering disebut sebagai bapak dari pergerakan menajemen berdasarkan pengetahuan. Dia dikenal juga sebagi pelopor dari timbulnya ilmu administrasi.
Dalam ilmu administarasi, ada yang dikenal dengan prinsip-prinsip atau fungsi pokok  dalam administarasi, yaitu; Planning,Organizing, Commanding, Coordination, dan Control. Prinsip inilah yang dikembangkan terus oleh para ahli ilmu administrasi hingga dewasa ini.
Pada awalnya ilmu administarasi bergerak didalam dunia industri dan perusahan dan kemudian menjalar heingga ke dalam berbagai ranah atau aspek lainnya, termasuk dunia pendidikan. Administarasi pendidikan adalah sebagai salah satu cabang dari ilmu administarasi. Para ahli pendidikan mulai menyadari meskipun prinsip-prinsip administarasi dalam berbagai lapangan memiliki kesamaan, baik dalam proses maupun dalam tujuan, dalam dunia pendidikan memiliki kekhususan yang tidak bisa disamakan begitu saja dengan dunia perusahaan atau dunia pemerintahan.

2.    Pengertian Administrasi Pendidikan
Administrasi pendidikan ialah segenap proses  pengarahan dan pengintegrasian segala sesuatu, baik personel, material maupun spiritual, yang berhubungan dengan pencapaian tujuan pendidikan.
Departemen pendidikan memeberikan definisi tentang administrasi pendidikan adalah sebagai berikut; “administrasi pendidikan adalah suatu proses keseluruhan, kegiatan bersama dalam bidang pendidikan yang melputi: perencanaan, pengorgannisasian, pengarahan, pelaporan, pengkoordinasian, pengawasan, dan pembiayaan, dengan menggunakan atau memanfaatkan fasilitas yang tersedia, baik personel, materil, maupun spirituil, untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien”.
Ada beberapa unsur pokok dalam administrasi pendidikan, yaitu; (a). adanya sekelompok manusia (sdikit 2 orang),  (b). adannya tujuan yang hendak dicapai, (c). Adanya fungsi/tugas yang harus dilaksanakan (kegiatan kerjasama), (d). Adanya peralatan dan perlengkapan yang diperlukan.

3.    Bidang Garapan Administrai Pendidikan
Secara lebih terinci, bidang garapan administrasi pendidikan dapat pula diuraikan sebagai berikut;
a.    Administrasi tatalaksana sekolah. Dalam hal ini meliputi:
1.    Organisasi dan struktur pegawai tata usaha
2.    Otoristasi dan anggaran belanja keuangan sekolah
3.    Masalah kepegawaian dan kesejahteraan personel sekolah
4.    Masalah perlengkapan dan perbekalan
5.    Keuangan dan pembukuan
6.    Korespondensi/surat menyurat
7.    Laporan-laporan (bulanan, kuartalan, dan tahunan)
8.    Masalah pengangkatan, pemindahan, penempatan dan pemberhentian pegawai
9.    Pengisian buku pokok, klapper, rapor, dan sebagainya.
b.    Administrasi personel guru dan pegawai sekolah
1.    Pengangkatan dan penempatan guru
2.    Organisasi personel guru-guru.
3.    Masalah kepegawaian dan kesejahteraan guru
4.    Rencana orientasi bagi tenaga guru yang baru.
5.    Penilaian kemajuan guru-guru
6.    Inservice training dan up-grading guru-guru
c.    Administrasi murid. Hal ini meliputi
1.    Organisasi dan perkumpulan murid
2.    Masalah kesehatan dan kesejahteraan murid
3.    Penilaian dan pengukuran kemajuan murid
4.    Bimbingan dan Penyuluhan bagi murid-murid
d.    Supervisi Pengajaran. Meliputi;
1.    Usaha membangkitkan semangat guru-guru dan pegawai tatausaha  dalam menjalankan tugasnya dengan sebaik-baiknya.
2.    Usaha mengembangkan, mencari , dan menggunakan metode-metode baru dlam mengajar dan belajar yang lebih baik.
3.    Mengusahakan mengembangkan kerjasama yang baik antar guru, murid, dan pegawai tatausaha sekolah
4.    Mengusahakan cara-cara penilaian hasil pendidikan dan pengajaran
5.    Usaha mempertinggi mutu dan pengalaman guru-guru (inservice training dan up-grading).
e.    Pelaksanaan dan pembinaan kurikulum
1.    Mempedomani dan merealisasikan apa yang tercantum di dalam kurikulum sekolah yang bersangkutan dalam rangka mencapai tujuan pendidikan dan pengajaran
2.    Menyusun dan melaksanakan organisasi kurikulum beserta materi-materi, sumber-sumber, dan metode-metode pelaksanaannya, menyesuaikan dengan pembaharuan pendidikan dan pengajaran serta kebutuhan lingkungan sekolah
3.     Menjadikan kurikulum sebagai pedoman bagi para guru dalam menjalankan tugasnya, pedoman yang dapat dirubah dan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan guru dalam proses pendidikan dan pengajaran
f.    Pendirian dan perencanaan pembangunan sekolah
1.    Cara memilih letak dan menentukan luas bangunan yang dibutuhkan
2.    Mengusahhakan, merencanakan dan menggunakan biaya pendirian gedung sekolah
3.    Menentukan jumlah dan luas ruangan kelas-kelas, kantor, gudang, asrama, lapangan olahraga, kebun sekolah serta komposisi satu sama lainnya.
g.    Hubungan Sekolah dengan Masyarakat
Hal ini mencakup hubungansekolah dengan sekolah lain, hubungan sekolah dengan pemerintah setempat, hubungan sekolah dengan instansi-instansi dan jawatan-jawatan lain, dan hubungan sekolah dengan masyarakat pada umumnya.

Secara umum bidang-bidang yang tercakup di dalam administrasi pendidikan dapat di kelompokan sebagai berikut:
1.    Administrasi material, yaitu kegiatan administrasi yang menyangkut bidang-bidang material/ benda-benda, seperti ketatausahaan sekolah, administrasi keuangan, gedung dan perlengkapan alat-alat sekolah, dan lain-lain
2.    Administrasi personel, mencakup di dalamnya kegiatan administrasi personel guru dan pegawai sekolah, dan juga administrasi murid. Dalam hal ini masalah kepemimpinan dan supervisi atau kepegawaian memegang peranan yang sangat penting.
3.    Administrasi kurikulum, yang mencakup didalamnya penyusunan, pembinaan, pelaksanaan kurikulum, seperti antara lain pembagian tugas mengajar guru, penyusunan syilabus atau rencana pengajaran tahunan, mingguan dan harian.    


   
0 Responses

Posting Komentar

TV GUE